Perbandingan Startup Zebra dengan Startup Unicorn

Bagikan

Startup. Pernah denger? Atau gak sama sekali? sebagai warga muda ada baiknya kalian tau tentang ini. Karena akhir-akhir ini startup bisa dibilang lagi jadi sorotan utama lho!

Bahkan banyak kolom berita isinya penuh sama kisah tentang founder muda yang sukses dengan terobosan-terobosan anti-mainstream yang mereka ciptain.

Bayangin! Di usia tiga puluhan, mereka berhasil membangun perusahaan rintisan digital dengan asset trilliunan dalam kurun waktu yang singkat! WOW! Dan yang harus kalian tahu juga, bahkan menurut startuprangking.com, Indonesia adalah negara dengan jumlah startup tertinggi ke lima di dunia.

Terus startup tuh apa sih?

Ada banyak banget definisi tentang startup. Tapi secara garis besar, startup bisa diartikan sebagai perusahaan rintisan berbasis digital melalui platform dan biasanya memiliki pertumbuhan yang cepat serta bisa jadi solusi dari sebuah masalah alias menjawab kebutuhan masyarakat. Seperti contohnya Uber, Grab, Tokopedia, dan lain-lain.

Istilah startup kemudian berkembang, ada yang disebut startup unicorn, atau yang sedang marak akhir-akhir ini adalah startup zebra. Startup unicorn sendiri pertama kali populer diawal tahun 2000. Startup unicorn merupakan sebutan untuk perusahaan yang mengharapkan keuntungan besar.

Namun, karena beberapa founder  startup banyak yang ngeluh dengan kultur startup unicorn, seperti sulitnya meraih predikat startup unicorn, karena kalau mau mendapat predikat tersebut harus mampu mendapatkan pendanaan lebih dari US$ 1 Miliar. Atau karena ditunggangi oleh investor-investor serakah dengan cara menggelembungkan nilai perusahaan dan dengan cara yang tak beretika.

Akhirnya beberapa di antara mereka melakukan pendekatan lain melalui bootstrapping. Bootrasping adalah menjalankan startup tanpa melalui pendanaan di awal. Dan mereka menyebutnya dengan startup zebra.

Startup Zebra lebih baik untuk kebaikan bersama

Startup zebra pertama kali dipopulerkan oleh Mara Zepeda, CEO Switchboard sekitar tahun 2017. Berbeda dengan startup unicorn, pencapaian startup zebra lebih realistis dan mudah diraih.

Selain itu, keuntungan yang diperoleh startup zebra juga lebih jelas bahkan tanpa mengabaikan hubungan sosial dengan masyarakat. Startup Zebra lebih mengutamakan kolaborasi, bukan monopoli. Tidak seperti startup unicorn yang mengutamakan cari untung tapi seringkali bikin buntung pihak-pihak lain, karena mereka baru bisa dapat untung kalau sudah melakukan monopoli pasar.

Kelebihan lain yang dimiliki startup zebra adalah masyarakat luas memiliki kesempatan mengembangkan startup jenis ini jadi bukan hanya masyarakat kalangan atas aja guys! Kita juga bisa lho! Jadi persaingan antar startup makin beragam dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat. Keren bangetkan!

Jadi, buat kalian warga muda yang punya keinginan mendirikan startup, sekarang bukan lagi menjadi sesuatu yang sulit.

Nah, untuk kalian yang punya keinginan untuk mendirikan startup zebra, ini saya kasih perbedaannya antara startup zebra dengan startup unicorn. Walau pun sama-sama kuda, yang satu kuda beneran, yang satunya kuda hayalan. Ini biar gampang, saya kasih perbandingannya:

 


Bagikan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top